KERJA 30 JAM GAJI 1,7 JUTA SETAHUN, VIRAL KEJAMNYA KAPAL CHINA PADA ABK INDONESIA DIBERITAKAN KOREA

TRIBUNSUMSEL.COM -
Menggegerkan Indonesia setelah diberitakan oleh media Korea Selatan MBC, kasus
eksploitasi ABK oleh kapal China yang menjadi viral.
Video dan laporan
adanya eksploitasi ABK oleh kapal China didapatkan langsung cuplikannya oleh
Media MBC.
Dalam cuplikan video
pemberitaan MBC, sejumlah ABK dengan wajah diburamkan dan suara disamarkan,
mengaku harus bekerja selama 30 jam sehari berdiri untuk menangkap ikan.
Istirahat yang diberikan
kepada ABK juga sangat minim.
Waktu istirahat hanya
diberikan setiap 6 jam sekali, tepatnya saat jam istirahat makan.
Salah satu ABK yang
dirahasiakan namanya mengungkapkan, para ABK ini hanya menerima gaji sebesar
120 dollar AS per bulannya atau Rp 1,8 juta (kurs Rp 15.000).
Penyiar memaparkan
bahwa setiap staf kapal bekerja di lingkungan yang mirip dengan perbudakan.
Pengacara dari Pusat
Hukum Publik Kim Jong-cheol menyatakan ada eksploitasi dan pengaturan yang
mengikat mereka.
Selain itu, Pengacara
Kim menjelaskan bahwa ada kemungkinan paspor mereka disita dan terdapat uang
deposit agar meeka tidak beursaha kabur.
Selama bekerja di sana
selama sekitar 13 bulan, lima kru kapal itu menerima gaji sekitar 140.000 won,
atau sekitar Rp 1,7 juta.
Jika dibagi per bulan,
para pelaut itu hanya menerima sekitar Rp 11.000 won, atau Rp 135.350.
Gaji yang diterima ABK
tersebut dikatakan berbeda dengan kontrak.
Dalam pengakuan salah
satu WNI, kapal China tersebut sebenarnya merupakan kapal penangkap ikan tuna.
Namun di atas laut
lepas, mereka juga menangkap ikan hiu untuk diambil siripnya.
Lantaran aktivitas
ilegal penangkapan hiu tersebut, membuat kapal seringkali harus berada
berbulan-bulan di laut untuk menghindari pemeriksaan.
Karena jika berlabuh ke
pelabuhan, kapal tersebut bisa terkena sanksi oleh otoritas setempat jika kedapatan
membawa sirip ikan hiu.
Para ABK WNI juga
mengaku menerima diskriminasi selama bekerja di kapal.
Mereka harus minum air
laut hasil penyulingan yang kerapkali membuat mereka jatuh sakit.
Sementara para ABK asal
China, bisa meminum air tawar dari botol kemasan yang dibawa dari darat.
"Pusing, memang
enggak bisa minum air itu sama sekali. Pernah, kaya ada dahak," tutur
salah satu ABK.
Perlakuan buruk
lainnya, yakni jika ada seorang di antara mereka yang meninggal, jenazahnya
akan dilarung ke laut.
Padahal dalam
perjanjian dengan agen mereka di Indonesia, ABK yang meninggal seharusnya
dikremasi dan abunya dikirim ke keluarga di Tanah Air.
MBC sendiri mendapatkan
cuplikan video dari ABK asal Indonesia ketika kapal tempat mereka bekerja
berlabuh di Pelabuhan Busan, Korea Selatan.
Para ABK tersebut
meminta bantuan kepada media setempat dan otoritas Korea Selatan atas kondisi
pekerjaan yang jauh dari layak. Namun kapal tersebut sudah kembali melaut
ketika akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Mendapat laporan
tersebut, Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Umar Hadi, akan membantu
penanganan masalah ABK hingga mereka bisa dipulangkan ke Indonesia.
Pihak KBRO di Seoul dan
Beijing tengah berkoordinasi untuk berkomunikasi dengan perusahaan kapal ikan
dan agen mereka di Indonesia yang memperkerjakan ABK WNI tersebut.
"Kita tetap
mendampingi.
Ada 15 WNI yang turun
di Busan dan minta bantuan lembaga penegak hukum di Korea Selatan.
Semuanya sudah terdata,
perusahaannya, pemiliknya sampai agen yang merekrut mereka, semua kita desak
untuk bertanggung jawab," kata Umar.
Sebuah tangkapan layar
dari video yang dipublikasikan media Korea Selatan MBC memperlihatkan, eorang
awak kapal tengah menggoyang sesuatu seperti dupa di depan kotak yang sudah
dibungkus kain berwarna oranye. Disebutkan bahwa kotak tersebut merupakan jenazah
ABK asal Indonesia yang dibuang ke tengah laut oleh kapal asal China.
Sebuah tangkapan layar
dari video yang dipublikasikan media Korea Selatan MBC memperlihatkan, eorang
awak kapal tengah menggoyang sesuatu seperti dupa di depan kotak yang sudah
dibungkus kain berwarna oranye. Disebutkan bahwa kotak tersebut merupakan
jenazah ABK asal Indonesia yang dibuang ke tengah laut oleh kapal asal China.
()
Video Viral Jenazah
Dibuang ke Laut
Sebuah video yang
dipublikasikan oleh media Korea Selatan memperlihatkan bagaimana jenazah Anak
Buah Kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di kapal China dilempar ke tengah
laut.
Video yang dirilis oleh
stasiun MBC itu diulas oleh Youtuber Jang Hansol di kanal-nya, Korea Reomit.
Dalam video itu, kanal
MBC memberikan tajuk "Eksklusif, 18 jam sehari kerja. Jika jatuh sakit dan
meninggal, lempar ke laut".
"Video yang akan
kita lihat habis ini adalah kenyataan pelanggaran HAM orang Indonesia yang
bekerja di kapal China," ujar Hansol menirukan penyiar tersebut.
Dalam video itu,
disebutkan MBC mendapatkan rekaman itu setelah kapal tersebut kebetulan tengah
bersandar di Pelabuhan Busan.
Berdasarkan terjemahan
yang disampaikan oleh Hansol, orang-orang Indonesia itu meminta bantuan kepada
pemerintah Korea Selatan dan media setempat.
Pada awalnya, pihak
televisi tidak bisa memercayai rekaman tersebut.
Apalagi ketika hendak
dilakukan pemeriksaan, kapal itu disebutkan sudah kembali berlayar.
Dalam terjemahan yang
dipaparkan Hansol, pihak televisi menyatakan dibutuhkan adanya penyelidikan
internasional untuk memastikan kabar itu.
Dalam berita, video itu
disebutkan bertanggap 30 Maret di Samudera Pasifik bagian barat, di mana
terdapat sebuah kotak dibungkus kain merah.
Berdasarkan terjemahan
dari Hansol, kotak yang ditempatkan di geladak kapal adalah Ari, pria yang
berusia sekitar 24 tahun.
Disebutkan bahwa dia
sudah bekerja lebih dari satu tahun dan meninggal.
Di video, nampak
seorang kru mengguncang dupa dan menaburkan cairan sebagai bentuk upacara
pemakaman di sana.
"Apa kalian (ada
yang ingin disampaikan) lagi? Tidak? Tidak?" tanya seorang kru kepada
orang yang berada di bagian atas kapal.
Setelah melakukan
"upacara" tersebut, jenazah kemudian dibuang ke tengah laut.
"Dan Mas Ari menghilang di tempat yang kita tidak tahu kedalamannya,"
kata Hansol menirukan pembawa suara.
Dalam video tersebut,
sebelum Ari meninggal, sebelumnya sudah ada Al Fatah yang disebut berusia 19
tahun dan Sepri (24), di mana mereka juga dibuang ke laut ketika meninggal.
Setelah itu, MBC
menayangkan surat pernyataan yang ditandatangani oleh para ABK, di mana
terdapat bagian terdapat penanganan jika mereka wafat.
Dalam bagian yang
ditandai warna oranye, terdapat kesepakatan jika sampai terjadi musibah dan
wafat, maka jenazahnya akan dikremasi.
Nantinya, proses
kremasi itu akan dilaksanakan ketika kapal bersandar di suatu tempat, dengan
catatn abunya akan dipulangkan ke Indonesia.
Apalagi dalam kesaksian
salah satu kru kapal yang wajahnya diburamkan, dia mengaku bahwa jenazah mereka
akan dikremasi di tempat terdekat.
Dalam surat itu,
terdapat juga pernyataan mereka akan diasuranksikan sebesar 10.000 dollar AS,
sekitar Rp 150 juta, yang akan diserahkan kepada ahli waris mereka.
Setelah, Hansol
mengartikan bagian selanjutnya di mana ada yang bersaksi tempat kerja mereka
cukup buruk dan terjadi eksploitasi tenaga kerja.
Dikatakan bahwa rekan
kerja yang meninggal itu dilaporkan sudah sakit selama satu bulan.
Disebutkan bahwa korban
awalnya kram.
Setelah itu menurut
pria yang bersaksi di video, rekannya itu mengalami pembengkakan di bagian
kaki, sebelum menjalar ke tubuh dan mengalami sesak.
0 Response to "KERJA 30 JAM GAJI 1,7 JUTA SETAHUN, VIRAL KEJAMNYA KAPAL CHINA PADA ABK INDONESIA DIBERITAKAN KOREA"
Posting Komentar